Ayo Lebih Mengenal Ekonomi Moneter

          TEORI DAN KEBIJAKAN MONETER


Sebelum kita menelisik lebih jauh tentang teori dan kebijakan moneter, alangkah baiknya kita harus tahu apa sih ekonomi moneter itu??? 

Ekonomi moneter dalam perkembangannya mengatur jumlah uang beredar, penggunaan uang, dan lain-lain tergantung masing-masing peran, serta kebijakan yang mengatur tentang peredaran uang di suatu negara yang kemudian ini menjadi fungsi utama dari ekonomi moneter,yang kemudian disesuaikan dengan kebijakan yang akan di ambil oleh suatu negara dan tujuan penerapan ekonomi moneter itu sendiri. Ekonomi moneter ini masuk dalam ilmu ekonomi makro. 

Penerapan ekonomi moneter juga berdasarkan teori yang ada.Teori yang di gunakan tergantung dari sudut pandang dari negara tersebut. Suatu negara dapart memilih teori yang relevan dengan keadaan saat ini.

 Penerapan teori juga dapat menyesuaikan dengan keadaan negara saat itu. Negara akan menentukan aliran uang dan jumlah uang yang beredar melalui lembaga keuangan.Sedangkan pemerintah hanya memantau hal tersebut melalui bank sentral dalam negara tersebut (BI). 

Jadi..... 
Ekonomi moneter adalah bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari tentang sifat, fungsi, serta pengaruh uang dalam kegiatan ekonomi. segala hal yang berkaitan dengan uang akan kita pelajarai dalam ekonomi moneter.

Ekonomi moneter merupakan suatu keadaan ekonomi yang dikontrol secara langsung oleh pemeintah pusat. Segala jenis kebijakan yang diambil bersifat terpusat. Kebijakan ini diatur pemerintah melalui bank sentral. Tujuan adanya ekonomi moneter ialah terciptanya stabilitas ekonomi, keseimbnagan internal dan eksternal, serta untuk mencapai tujuan  ekonomi makro masing-masing negara. Berdasarkan tujuan tersebut ketika pemegang kekuasaan memutuskan suatu hal sangat berpengaruh pada keadaan suatu negara.

A. TEORI KEBIJAKAN MONETER

Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilitas ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang.

Jika kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat digunakan untuk memulihkan. Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil. Kebijakan moneter adalah upaya mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga.

B. Mekanisme Trasmisi Kebijakan Moneter. 

a). Pengertian Mekanisme Transmisi Moneter.
Mekanisme transmisi moneter dimulai dari tindakan bank sentral dengan menggunakan instrumen moneter, apakah OPT atau yang lain,
dalam melaksanakan kebijakan moneternya. Tindakan itu kemudian berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan keuangan melalui berbagai saluran transmisi kebijakan moneter, yaitu saluran uang, kredit, suku bunga, nilai tukar, harga aset, dan ekspektasi.
Di bidang keuangan,kebijakan moneter berpengaruh terhadap perkembangan suku bunga, nilai tukar, dan harga saham di samping volume dana masyarakat yang disimpan di bank, kredit yang disalurkan bank kepada dunia usaha, penanaman dana pada obligasi, saham maupun sekuritas lainnya. Sementara itu, di sektor ekonomi riil kebijakan moneter selanjutnya mempengaruhi perkembangan konsumsi, investasi, ekspor dan impor, hingga
pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang merupakan sasaran akhir kebijakan moneter. 

Menurut Taylor mekanisme transmisi kebijakan moneter merupakan (channels) yang dilalui oleh suatu kebijakan moneter hingga dapat mempengaruhi tujuan akhir kebijakan moneter (Hardianto,2004:1).
Mekanisme tersebut terjadi melalui interaksi antara Bank Sentral, perbankan dan sektor keuangan, serta sektor riil.
Mekanisme transmisi kebijakan moneter menggambarkan bagaimana kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral mempengaruhi berbagai aktifitas ekonomi dan keuangan sehingga pada akhirnya dapat mencapai tujuan akhir yang ditetapkan.yg masing-masing jalur bisa berbeda. Dalam kondisi normal, perbankan akan merespons kenaikan/penurunan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR)  dengan kenaikan/penurunan suku bunga perbankan. Namun demikian, apabila perbankan melihat risiko perekonomian cukup tinggi, respons perbankan terhadap penurunan suku bunga BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR)  akan lebih lamba. 

b).Jalur-jalur transmisi kebijakan moneter. 

kajian mengenai mekanisme transmisi kebijakan moneter pada mulanya mengacu pada peranan uang dalamp erekonomian, yang pertama kali dijelaskan oleh Quantity Theory of Money (Fisher, 1911). Dalam perkembangan lanjutan, dengan kemajuan di bidang keuangan dan perubahan dalam struktur perekonomian, terdapat lima saluran mekanisme transmisi kebijakan moneter (monetary policy transmission channels) yang sering dikemukakan dalam teori ekonomi moneter.  

Kelima saluran transmisi moneter dimaksud adalah saluran moneter langsung (direct monetary channel), saluran suku bunga (interest rate channel), saluran harga aset(asset price channel), saluran kredit (credit channel), dan saluran ekspektasi (expectation channel).Untuk lebih jelasnya bisa lihat pada tabel di bawah ini. 

Jalur Saluran Uang. 

Transmisi kebijakan moneter melalui saluran uang (money channel) mengacu pada dominasi peranan uang dalam perekonomian, yang pertama kali dijelaskan oleh Quantity Theory of Money (Fisher, 1911). Teori ini pada dasarnya menggambarkan kerangka kerja yang jelas mengenai analisis hubungan langsung yang sistematis antara pertumbuhan uang beredar dan inflasi, yang dinyatakan dalam suatu identitas yang dikenal sebagai “The Equation of Exchange” 

                             MV=PT

Ket:

M: jumlah uang beredar

V: tingkat perputaran uang

P: harga (price) 

T: jumlah output/output rill

Jumlah uang beredar yang di gunakan dalam seluruh kegiatan transaksi ekonimi (MV) sama demgan jumlah output nominal, dihitung dengan harga yang berlaku, yang ditransaksikan dalam ekonomi (PT). 

Mekanisme transmisi moneter melalui jalur saluran uang merupakan konsekuensi langsung dari proses perputaran uang dalam perekonomian. Dalam kaitan ini, bank sentral melakukan operasi moneter untuk pengendalian uang beredar (M1,M2) melalui pencapaian sasaran operasional uang primer atau base money(B). Di sisi lain, bank-bank perlu mengelola likuiditasnya dalam bentuk cadangan dana yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu (bank reserves) dari sisi aset dan pendanaan dari simpanan masyarakat dalam bentuk uang beredar (M1, M2) dari sisi liabilities. Selanjutnya para pelaku ekonomi menyimpan dan menggunakan uang beredar (M1, M2) untuk kegiatan ekonominya. 

Dengan demikian, mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran uang dimulai dengan tindakan bank sentral mengendalikan uang primer atau base money (B) sesuai dengan sasaran akhir yang ingin dicapai.Kemudian uang primer ini, dengan proses money multiplier, ditransmisikan ke jumlah uang beredar (M1, M2) sesuai dengan permintaan masyarakat.Pada akhirnya uang beredar akan mempengaruhi berbagai kegiatan ekonomi, khususnya inflasi dan output riil karena peranannya untuk pemenuhan kebutuhan transaksi ekonomi oleh para pelaku ekonomi.

 Jalur Saluran Kredit. 

Mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran uang secara implisit beranggapan bahwa semua dana yang dimobilisasi perbankan dari masyarakat dalam bentuk uang beredar (M1,M2) dipergunakan untuk pendanaan aktivitas sektor riil melalui penyaluran kredit perbankan. Dalam kenyataannya, anggapan seperti tidak selamanya benar. Selain dana yg tersedia, perilaku penawaran kredit perbankan juga di pengaruhi oleh persepsi bank terhadap prospek usaha debitur dan kondisi perbankan itu sendiri seperti pemodalan (CAR), jumlah kredit macet(NPL), dan Loan to Deposit Ratio (LDR). Tidak semua permintaan kredit debitur dapat di kabulkan oleh pihak bank, alasannya kondisi keuangan debitur yang di nilai oleh bank tidak feasibelkarena kondisi keuangan debitur yang dinilai oleh bank tidak feasibel antara lain karena tingginya rasio utang terhadap modal (leverage), risiko kredit macet, moral hazard, dan sebagainya. Adanya informasi yang tidak simetris (assymetric information) antara bank dengan debitur seperti itu dapat menyebabkan pasar kredit tidak selalu berada dalam keseimbangan.

mekanisme transmisi moneter melalui saluran kredit dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada tahap pertama, interaksi antara bank sentral dengan perbankan terjadi di pasar uang rupiah.interaksi ini terjadi karena di satu sisi bank sentral melakukan operasi moneter untuk pencapaian sasaran operasionalnya baik berupa uang primer (B) ataupun suku bunga jangka pendek, sementara di sisi lain bank-bank melakukan transaksi di pasar uang untuk pengelolaan likuiditasnya. Interaksi ini akan mempengaruhi tidak saja perkembangan suku bunga jangka pendek di pasar uang tetapi juga besarnya dana yang akan dialokasikan bank-bank dalam bentuk instrumen likuiditas maupun untuk penyaluran kreditnya. 

Jalur Suku Bunga

Dalam konteks interaksi antara bank sentral dengan perbankan dan para pelaku ekonomi dalam proses perputaran uang, mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran suku bunga dapat diterangkan sebagai berikut. Pada tahap pertama, kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral akan berpengaruh terhadap perkembangan suku bunga jangka pendek (misalnya suku bunga SBI dan PUAB) di pasar uang rupiah. Perkembangan ini selanjutnya akan mempengaruhi suku bunga deposito yang diberikan perbankan pada simpanan masyarakat dan suku bunga kredit yang dibebankan bank-bank kepada para debiturnya.Pada tahap kedua, transmisi suku bunga dari sektor keuangan ke sektor riil akan tergantung pada pengaruhnya terhadap permintaan konsumsi dan investasi dalam perekonomian.
pengaruh suku bunga terhadap permintaan investasi terjadi karena suku bunga kredit
merupakan komponene biaya modal (cost of capital), di samping yield obligasi dan dividen saham, dalam pembiayaan investasi. Pengaruh
melalui investasi dan konsumsi tersebut selanjutnya akan berdampak pada besarnya permintaan agregat dan pada akhirnya akan menentukan tingkat inflasi dan output riil dalam ekonomi.

 Jalur Nilai Tukar.
 
 transmisi kebijakan moneter melalui saluran nilai tukar (exchange rate channel) menekankan pentingnya pengaruh perubahan harga aset finansial terhadap berbagai aktivitas ekonomi. Pentingnya saluran nilai tukar dalam transmisi kebijakan moneter terletak pada pengaruh aset finansial dalam
bentuk valuta asing yang timbul dari kegiatan ekonomi suatu negara dengan negara lain. Pengaruhnya tidak saja terjadi pada perubahan nilai tukar tetapi juga pada besarnya aliran dana yang masuk dan keluar suatu negara yang terjadi karena aktivitas perdagangan luar negeri maupun aliran modal investasi dalam neraca pembayaran. Untuk lebih jelaskan silakan perhatikan tabel di bawah ini:
Pengaruh langsung terhadap nilai tukar terjadi karena pasokan valuta asing oleh bank sentral baik dalam kaitannya dengan operasi pengendalian moneter melalui sterilisasi valuta asing maupun intervensi dalam rangka upaya stabilisasi nilai tukar. Sementara itu, pengaruh tidak langsung terhadap nilai tukar terjadi karena kebijakan moneter tersebut akan mempengaruhi perkembangan suku bunga di pasar, dan karenanya perbedaan suku bunga dalam negeri dengan luar negeri (interest rate diffierential), yang selanjutnya berpengaruh terhadap besarnya aliran dana luar negeri serta permintaan dan penawaran di pasar valuta asing. 

Saluran Harga Aset. 

Selain pengaruh melalui nilai tukar terhadap aset valuta asing, kebijakan moneter juga berpengaruh terhadap perkembangan harga-harga aset lain, baik harga aset finansial seperti yield obligasi dan harga saham, maupun harga aset fisik seperti harga properti dan emas. Transmisi ini terjadi karena penanaman dana oleh para investor dalam portfolio investasinya tidak saja berupa simpanan di bank dan instrumen investasi lainnya di pasar uang rupiah dan valuta asing, tetapi juga dalam bentuk obligasi,saham, dan aset phisik. Dengan demikian, perubahan suku bunga dan nilai tukar maupun besarnya investasi di pasar uang rupiah dan valuta asing akan berpengaruh pula terhadap volume dan harga obligasi, saham,dan aset fisik tersebut.
Pengaruh kebijakan moneter terhadap perkembangan harga aset tersebut selanjutnya akan berdampak pada berbagai aktivitas di sektor riil. Mekanisme transmisi melalui saluran harga aset ini terjadi melalui pengaruhnya terhadap permintaan konsumsi bagi para investor, baik karena perubahan kekayaan yang dimiliki (wealth effect) maupun perubahan tingkat pendapatan yang dikonsumsi (disposable income) yang timbul dari penerimaan hasil penanaman aset finansial dan aset fisiktersebut (substitution and income effects). Selain itu, pengaruh harga aset terhadap sektor riil juga terjadi pada permintaan investasi oleh perusahaan.

 Saluran Ekspektasi. 

Mekanisme transmisi melalui jalur ekspektasi menekankan bahwa kebijakan moneter dapat diarahkan untuk mempengaruhi pembentukan ekspektasi mengenai inflasi dan kegiatan ekonomi.ekspektasi inflasi pada umumnya dipengaruhi juga oleh kebijakan moneter yang ditempuh oleh bank sentral, yang ditunjukkan pada perkembangan suku bunga dan nilai
tukar.Ekspektasi inflasi yang terjadi di masyarakat
akan berpengaruh terhadap berbagai aktivitas di sektor riil.7

c.) Data Dalam Menganalisis Jalur-Jalur Mekanisme Kebijakan Moneter. 

1) Jalur Kredit
     Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari website Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data berupa data time series kuartalan dari tahun 2005:Q1 – 2014:Q4.  

2) Jalur Nilai Tukar 
     Beberapa data atau variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : jumlah uang beredar, tingkat bunga, nilai tukar, ekspor netto, dan produk domestik
bruto.

3) Jalur Suku Bunga
     Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data bulanan dari Januari 2010 hingga Februari 2018, berdasarkan analisis Impulse Response Function (IRF).

4) Jalur Harga Aset
     Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Nilai Tukar, Ekspor Neto, Selisih BI Rate dan Fed Rate, Cadangan Devisa, dan Inflasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia dan The Federal Reserve.

5) Ekspektasi
     Data yang digunakan adalah data bulanan deret waktu dari Januari 2006-Juni 2016 yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan menggunakan alat analisis Vector Error Correction Model (VECM). 

C. PASAR
     Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan.

D. DETERMINAN PASAR UANG
     Pasar uang antar bank (PUAB) atau sering disebut dengan Interbank Call Money merupakan salah satu sarana penting untuk mendorong pengembangan pasar uang.Pasar uang antar bank sendiri adalah tingkat suku bunga yang ditentukan dan dikenakan oleh pihak bank kepada bank yang melakukan pinjaman di pasar uang antar bank atas penerbitan PUAB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan PUAB di Indonesia. Adapun variabel yang mempengaruhi dalam penelitian ini adalah Singapore Interbank offered rate (SIBOR), Suku bunga SBI, dan kurs. Hasil penelitian menunjukan bahwa SIBOR berpengaruh positif terhadap tingkat suku bunga PUAB, SBI berpengaruh negative terhadap suku bunga PUAB, dan Kurs berpengaruh positif terhadap suku bunga PUAB, serta secara bersama SIBOR, SBI, dan Kurs mempengaruhi tingkat suku bunga PUAB.


E. Kinerja Pasar Uang di Indonesia
Kinerja pasar uang sangat penting bagi para investor. Tujuan ini dilatarbelakangi oleh ketidaksepakatan hasil riset empiris terhadap topik ini. Keyakinan umum bahwa aliran masuk ( keluar) $US akan mempengaruhi nilai tukar rupiah dan juga akan menaikkan (menurunkan) indeks harga saham. Penelitian yang dilakukan Husnan (2008) menunjukkan bahwa ada korelasi negatif antara perubahan dalam $US  dengan perubahan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG). Selain itu, Husnan (2008) mengkonfirmasi bahwa indeks harga saham mempengaruhi dan menjelaskan perubahan dalam $US.

F. Kerangka Pengedaran Uang
Pengedaran Uang Rupiah merupakan suatu rangkaian kegiatan mengedarkan atau mendistribusikan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan pengedaran Uang Rupiah mencakup distribusi Uang Rupiah dan layanan kas. Kegiatan distribusi Uang Rupiah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kas di seluruh wilayah kerja Bank Indonesia baik dalam bentuk pengiriman uang (remise) dari KPBI ke KPwBI maupun pengembalian uang (retur) dari KPwBI ke KPBI. 
Sementara itu, kegiatan layanan kas bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui penarikan dan penyetoran perbankan, termasuk Kas Titipan, serta penukaran uang rusak/cacat/lusuh kepada masyarakat melalui Kas Keliling dan kerja sama dengan perbankan dan/atau instansi lain.

H. Implementasi Pengedaran Uang di Indonesia
Mekanisme distribusi uang Rupiah dilakukan dari Kantor Pusat Bank Indonesia kepada Kantor-kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwDN) yang berfungsi sebagai Kantor Depo Kas (KDK), dan untuk selanjutnya oleh KDK didistribusikan lagi kepada KPwDN lainnya. Moda transportasi utama yang digunakan adalah moda transportasi darat (truk dan kereta api) dan laut (kapal barang dan kapal penumpang). Dalam kondisi tertentu, moda transportasi udara (pesawat) juga digunakan untuk melakukan distribusi uang oleh Bank Indonesia. Untuk menjaga kelancaran distribusi uang, Bank Indonesia terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai instansi seperti penyedia moda transportasi dan penyedia pengawalan dan pengamanan jalur distribusi.

I. Lembaga Keuangan Internasional
Lembaga keuangan internasional adalah lembaga internasional yang didirikan oleh lebih dari satu negara dan tunduk di bawah hukum internasional. Pemilik atau pemegang sahamnya adalah pemerintah negara, tetapi ada juga lembaga internasional dan organisasi lain yang menjadi pemegang saham. Ada 3 lembaga yang sangat berperan yaitu IMF, WB, dan ADB. Lembaga keuangan internasional didirikan dengan tujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian dunia terutama negara berkembang

J. NERACA PEMBAYARAN
Neraca pembayaran adalah pencatatan secara sistematik semua transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara selama jangka waktu tertentu. Transaksi keuangan ini dilakukan oleh individu, perusahaan, dan badan pemerintah untuk membandingkan penerimaan dan pembayaran yang timbul dari perdagangan barang dan jasa. Biasanya, neraca pembayaran dihitung setiap triwulan dan setiap tahun kalender. Ada tiga jenis transaksi dalam neraca pembayaran yaitu Transaksi berjalan yang di dalamnya berupa transaksi barang, jasa, dan pendapatan primer serta pendapatan sekunder. Kemudian ada transaksi modal dan yang terkahir transaksi financial yang di dalamnya berupa investasi langsung, investasi portofolio, Derivatif finansial, dan investasi lainnya. Nercaya pembayaran juga terbagi menjadi 3 yaitu neraca pbayaran defisit, nercaya pembayaran surplus, dan nerac pembayaran seimbang. 

K. Standar Moneter Internasional
Standar moneter internasional adalah sesuatu barang atau mata uang yang diterima oleh mayoritas negara-negara di dunia sebagai “mata-uang dunia”. (Boediono, 2017:179) “Mata-uang dunia” ini, persis seperti halnya mata-uang di dalam suatu negara. Hanya saja, standar moneter internasional harus diterima, tidak hanya oleh warga negara di dalam satu negara, tetapi oleh para warganegara dari mayoritas negara-negara di dunia. Tujuan IMF yang utama adalah untuk memastikan stabilitas sistem moneter internasional, yaitu sistem nilai tukar dan pembayaran internasional yang memungkinkan negara (dan warganya) untuk bertransaksi satu sama lain.

L. Harga Valuta Asing (kurs)
Standar moneter internasional adalah sesuatu barang atau mata uang yang diterima oleh mayoritas negara-negara di dunia sebagai “mata-uang dunia”. (Boediono, 2017:179) “Mata-uang dunia” ini, persis seperti halnya mata-uang di dalam suatu negara. Hanya saja, standar moneter internasional harus diterima, tidak hanya oleh warga negara di dalam satu negara, tetapi oleh para warganegara dari mayoritas negara-negara di dunia.

M. Pembayaran dan Sistem Pembayaran
Sistem Pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain.Media yang digunakan untuk pemindahan nilai uang tersebut sangat beragam, mulai dari penggunaan alat pembayaran yang sederhana sampai pada penggunaan sistem yang kompleks dan melibatkan berbagai lembaga berikut aturan mainnya. Kewenangan mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia dilaksanakan oleh Bank Indonesia yang dituangkan dalam Undang Undang Bank Indonesia.Dalam menjalankan mandat tersebut, Bank Indonesia mengacu pada empat prinsip kebijakan sistem pembayaran, yakni keamanan, efisiensi, kesetaraan akses dan perlindungan konsumen.

N. Peranan BI Dalam Sistem Pembayaran
Di Indonesia, kewenangan mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dilaksanakan oleh bank sentral Indonesia yaitu Bank Indonesia. Mengatur serta menjaga kelancarannya sendiri dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan tujuan dari Bank Indonesia yaitu untuk menjaga stabilitas rupiah demi mendukung peningkatan perekonomian nasional. Berdasarkan kewenangan tersebut, Bank Indonesia memiliki hak untuk menetapkan dan memberlakukan kebijakan sistem pembayaran di Indonesia melalui Undang-Undang Bank Indonesia pada Undang-Undang Nomor  23 Tahun 1999 yang kemudian direvisi pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009. Peran Bank Indonesia dalam sistem pembayaran mencakup:
  • Kewenangan untuk memberikan izin dan persetujuan kepada penyedia jasa pembayaran untuk ikut didalam sistem pembayaran (Siapa saja yang dapat menerbitkan atau memproses alat-alat pembayaran tersebut)
  • Pengawasan.
  • Menentukan standar-standar tertentu pada alat pembayaran dan menentukan alat pembayaran apa saja yang dapat digunakan pada sistem pembayaran di Indonesia.
  • Mengatur dan mengawasi lembaga apa saja yang boleh menyelenggarakan 8sistem pembayaran (baik bank dan lembaga selain bank).
  • Kebijakan pengendalian resiko, efisiensi, tata kelola, dll.
  • Kewenangan dalam menjalankan sistem Bank Indonesia – Real Time Gross Settlement atau BI-RTGS. BI-RTGS sendiri digunakan untuk melakukan transaksi non-tunai yang bernilai besar. Menurut data Bank Indonesia, pada tahun 2010, transaksi yang dilakukan BI-RTGS sendiri dapat mencapai setidaknya Rp 174,3 triliun.
  • Kewenangan sebagai penyelenggara sistem kliring antarbank untuk jenis-jenis alat pembayaran tertentu melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia atau SKNBI
O. Evolusi Instrumen Pembayaran
Sistem pembayaran pada dasarnya adalah hanya sebuah persetujuan mengenai cara mentransfer sejumlah nilai uang antara pembeli buyer dan penjual seller dalam sebuah transaksi Humphrey, 2001. Seperti yang diilustrasikan dalam gambar, sistem pembayaran memfasilitasi pertukaran barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi. Sumber: Humphrey 2001 Buyer Payor Seller Payee Transfer of goods or services Transfer of value through a payment system. Ilustrasi sederhana proses sistem pembayaran Menu ran adalah prosed rut Listfield dan Montes-Negret 1994, sistem pembaya ur, peraturan, standar, serta instrumen yang digunakan untuk pertukaran nilai keuangan financial value antara dua pihak yang terlibat untuk melepaskan diri dari kewajiban. Mishkin 2001 mengungkapkan secara sederhana bahwa sistem pembayaran adalah metode untuk mengatur transaksi dalam perekonomian. Carl Menger dalam Global Insight 2003 mengungkapkan bahwa nilai-nilai subjek Sistem pembayaran telah mengalami evolusi selama berabad-abad, terma enuhi persyaratan terten tif juga berperan dalam sistem pembayaran tidak hanya tergantung pada karakteristik objektifnya. Kajian ini merupakan kritikan kepada Adam Smith yang tidak menghitung nilai-nilai preferensi dari masyarakat, yang sebenarnya merupakan dasar dalam seluruh kegiatan perekonomian.

P. Pembayaran Tunai dan Nontunai
Sistem pembayaran tunai menggunakan uang kartal (uang kertas dan logam) sebagai alat pembayaran yang sah. Sedangkan pada sistem pembayaran non-tunai, instrumen yang digunakan berupa Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), cek, bilyet giro, nota debit, maupun uang elektronik (card based dan server based).

Q. Fintech Payment dan QRIS
Fintech Payment Gateway 
adalah teknologi finansial yang diterapkan dalam sistem pembayaran online. Transaksi non tunai seperti pembelian, investasi, penarikan, transfer, dan pinjaman online tidak akan tercapai tanpa adanya sistem pembayaran.
-Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS
adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

R. Sistem Moneter Konvensional Dengan Sistem Moneter Islam
Perbedaan yang mendasar antara kedua jenis instrument tersebut adalah prinsip syariah tidak membolehkan adanya jaminan terhadap nilai nominal maupun suku bunga. Dalam ekonomi, sistem moneter konvensional mendefinisikan uang sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai alat bantu dalam pertukaran.

S. Alternative Suku Bunga
Ketika memiliki uang lebih, seseorang akan mencari alternatif–alternatif investasi dan memilih alternatif yang paling menguntungkan (Frensidy, 2010). Seseorang yang meminjam uang ke lembaga keuangan, akan membayar uang pinjaman beserta bunga. Biasanya pengembalian uang yang dipinjam dilakukan secara angsuran. Pembayaran secara angsuran atau cicilan sering ditawarkan oleh pembeli kredit (pedagang atau lembaga keuangan) untuk membantu pelanggan yang tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar barang atau jasa yang dibelinya. 

T. Kebijakan Moneter Islam
Kebijakan moneter Islam harus bebas dari unsur riba dan bunga bank. Dalam Islam riba yang termasuk didalamnya unga bank diharamkan secara tegas. Dengan adanya pengharam ini maka bunga bank yang dalam ekonomi kapitalis menjadi instrument utama manajemen moneter menjadi tidak berlaku lagi.Kebijakan moneter dalam islam berpijak pada prinsip-prinsip dasar ekonomi islam sebagai yaitu: Kekuasaan tertinggi adalah milik Allah dan Allah lah pemilik yang absolut. Manusia merupakan pemimpin  (kholifah) di bumi, tetapi bukan pemilik yang sebenarnya, Semua yang dimiliki dan didapatkan oleh manusia adalah karena seizin Allah, dan oleh karena itu saudara-saudaranya yangk beruntung memiliki hak atas sebagian kekayaan yang dimiliki saudara saudaranya yang lebih beruntung, Kekayaan tidak boleh ditumpuk terus atau ditimbun, Kekayaan harus diputar, Menghilangkan jurang perbedaan antara individu dalam perekonomian, dapat menghapus konflik antar golongan, dan Menetapkan kewajiban yang sifatnya wajib dan sukarela bagi semua individu, termasuk bagi anggota masyarakat yang miskin.

U. Model Kebijakan Moneter Islam
Kebijakan moneter Islam harus bebas dari unsur riba dan bunga bank. Dalam Islam riba yang termasuk didalamnya unga bank diharamkan secara tegas. Dengan adanya pengharam ini maka bunga bank yang dalam ekonomi kapitalis menjadi instrument utama manajemen moneter menjadi tidak berlaku lagi.Kebijakan moneter dalam ekonomi islam hanya bersifat pelengkap untuk memenuhi pembiayaan sektor riil. Perbedaan utama kebijakan moneter konvensional dan islam adalah islam tidak mengakui adanya instrument suku bunga karena jelas dalam Al Qur'an riba itu sangat dilarang atau haram.
 
V. Menjelaskan MMT
MMT adalah sebuah bentuk akan singkatan dari Printer Metromedia Technologies. Kemudian dari kata Metromedia Technologies itu menjadi sebuah singkatan yang dinamakan dengan MMT. MMT tersebut adalah sebuah bentuk dari teknologi digital printing printer yang dimana akan digunakan untuk melakukan percetakn dari sebuah banner yang menggunakan bahan yang berasal dari bahan plastik.

W. Kritik Terhadap MMT
Paul Krugman, Kenneth Rogoff, dan Larry Summers menyatakan MMT tidak masuk akal. Krugman menulis bahwa prinsip-prinsip di balik MMT adalah "tidak dapat dipertahankan" dan argumen yang dibuat oleh para pendukung MMT adalah tidak masuk akal dan menyesatkan.

Menurut Rogoff, MMT adalah sebuah teori omong kosong berdasarkan pada beberapa kesalahpahaman mendasar. Larry Summers berpendapat bahwa merangkul Teori Moneter Modern adalah resep untuk bencana. 
Kedua, Krugman cs menilai tidak ada deskripsi yang seragam dan diterima secara umum tentang bagaimana model MMT seharusnya bekerja secara detail dan efektif. Sulit untuk menemukan penjelasan secara jelas dan terang benderang terkait model ekonomi moneter MMT.

X. Strategi Kebijakan Di masa Pandemic Covid 2019
Strategi pemerintah dalam mencegah pandemi covid-19 adalah dengan menerapkansocial distancing atau physical distancing dan mulai diterapkan pemerintah pusat pada tanggal 15 Maret 2020. Semua ini dilakukan dalam rangka memutus mata rantai dari penyebaran virus SARS-COV-2 penyebab covid-19. Namun kenyataannya, jumlah kasus atau jumlah kematian yang terdampak dari virus covid-19 semakin hari semakin meningkat. Virus covid-19 menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah, sehingga pemerintah kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tanggal 31 Maret 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penanganan penyebaran covid-19 melalui kebijakan PSBB dan dampak pandemi Covid-19 terhadap kesehatan, ekonomi, sosial, keamanan serta politik. Dan dari kajian ini, diharapkan dapat mendesain model strategi yang ideal dalam penanganan penyebaran covid-19 dalam rangka mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat pada masa pandemi covid-19. 




Komentar

Posting Komentar